Kelebihan dan Kekurangan Mesin VTEC

VTEC, singkatan dari Variable Valve Timing and Lift Electronic Control, adalah teknologi pengatur katup yang ditemukan oleh Honda, dan sampai sekarang masih digunakan oleh jajaran mesin Honda yang belum menganut i-VTEC. Keunggulan teknologi VTEC terletak di kemampuan mesin bersilinder kecil dalam menghasilkan tenaga yang sebanding dengan mesin yang bersilinder besar, dan di samping itu juga memberikan konsumsi bahan bakar yang baik, serta juga dapat digunakan secara harian.

Pada mesin honda yang mengaplikasikan teknologi VTEC ini, bukaan ketinggian dari bukaan katup telah dilakukan secara elektronik dimana ketika mesin berada pada putaran rendah maka satu katub akan terbuka secara penuh sedangkan katup lainnya hanya terbuka sedikit guna menciptakan efek sirkulasi udara didalam ruang bakar, sehingga mesin pun mampu memperoleh kinerja yang maksimal serta akselerasi menjadi lebih responsif.

kelebihan kekurangan mesin VTEC

Teknologi secanggih apapun tentu akan memiliki kelebihan serta kelemahan, bagaikan gading yang tak retak, dan dibawah ini adalah beberapa kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh mesin berteknologi VTEC.

Kelebihan Mesin VTEC
  1. Mampu mendongkrak tenaga mesin yang memiliki silinder kecil dengan hasil yang sama dengan mesin bersilinder besar.
  2. Pemakaian bahan bakar lebih irit dan efisien
  3. Performa mesin menjadi lebih optimal baik itu ketika mesin berada pada putaran rendah maupun pada putaran tinggi.
  4. Proses buangan tidak lagi membutuhkan bukaan katup variable sehingga kinerja mesin pun menjadi lebih ringan.
Kekurangan Mesin VTEC

Karena komponen dari teknologi VTEC ini membutuhkan pelumasan yang baik, jika sampai kalian jarang mengganti oli dengan rutin atau sering mengganti ganti merk oli tanpa tahu konsekuensinya, maka hal ini juga akan menganggu kinerja mesin berteknologi VTEC ini.

Nah bagi anda yang memiliki mobil honda bermesin VTEC sebaiknya selalu memperhatikan jadwal ganti oli mesin, dan pastikan jangan sering ganti ganti merk oli sebab setiap merk memiliki formula berbeda untuk bahan pembuatan oli. Jika sampai tercampur bisa menyebabkan pembekuan oli yang nantinya akan menjadi kerak. Termasuk juga bila tekanan oli mesin kurang akan mengganggu kinerja VTEC.

Mekanisme utama VTEC.

Mekanisme utama VTEC, platuk dan kem utk putaran rendah dan tinggi. Saat bekerja pada putaran rendah, mesin VTEC menggunakan kem dengan angkatan kecil. Ketika mesin bekerja antara 4.000 – 6.000 rpm (tergantung model), kontrol elektronik mengaktifkan sistem hidraulik VTEC. Kem tengah bekerja dengan mendorong pelatuk tengah yang menyatu dengan dua pelatuk lainnya. Karena cuping kem tengah lebih tinggi dan sudutnya juga besar, katup dibuka lebih awal da menutup lebih lama. Di samping itu, dengan cuping yang tinggi, dorongannya terhadap pelatuk katup dan seterusnya katup, juga lebih besar. Hasilnya, jumlah campuran udara dan bensin yang sampai ke ruang bakar lebih banyak. Hasilnya, tenaga yang dihasil besar dan akan mendorong piston bergerak lebih cepat pula. Mekanisme dasar VTEC lain yang tidak kalah penting keberadaan dan fungsinya adalah pin yang digerakkan secara hidraulik. Pin ini berada di dalam pelatuk. Ketika didorong, pin menyebabkan pelatuk katup bekerja dengan gerakan yang sama. Bila pin bebas, pelatuk bergerak sendiri-sendiri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.